Mewujudkan Dua Cita-Cita Hidup Terasa Lebih Mudah dengan ASUS Zenbook 14X OLED

Belakangan ini saya mengalami titik dimana saya dibuat merenung untuk beberapa saat. Karena jujur, kehidupan belakangan ini terasa agak suram, karena saya selalu dihadapkan dengan berbagai masalah seperti urusan pekerjaan, pendidikan yang tersendat, hubungan yang kurang harmonis dengan beberapa teman, drama internal keluarga, dan beragam problema yang datang silih berganti.

Tapi saya tidak menyadari bahwa akar dari rentetan konflik diatas, adalah saya yang belum menemukan jati diri. Saya belum mampu menyadari apa tujuan hidup saya, cara saya menempatkan diri saya di tengah-tengah masyarakat agar berguna, dan terutama menemukan validasi yang saya butuhkan.

Menemukan Tujuan Hidup dari Pekerjaan

Ketika saya terhenyak dalam sebuah kesibukan, disitu saya mengira sudah menemukan tujuan hidup yang saya yakini selama ini belum saya temukan. Misalnya ketika di dunia kerja, saya mengira bahwa tujuan hidup saya adalah untuk membantu memuluskan pekerjaan orang lain. Senang rasanya melihat mereka kembali produktif bersama ponsel atau laptopnya setelah saya perbaiki.

Pelanggan pun mulai berdatangan. Nominal uang sebagai biaya jasa yang saya terima mulai bervariasi. Saya sangat senang di hari saya menerima lembar 100 ribu pertama saya. Hari demi hari, nominalnya bervariasi, semakin banyak, semakin banyak klien yang saya layani, banyak rumah yang saya hampiri, dan mendadak pekerjaan ini hanyalah tentang mencari uang.

Uang menjadi motivasi utama saya dalam bekerja. Saya sangat bahagia karena skill dan effort yang saya berikan diapresiasi dalam bentuk uang dibarengi senyuman terima kasih. DItambah lagi saya berhasil membuat mama saya berdecak kagum karena beberapa kali saya menyisihkan sebagian penghasilan saya ke orangtua saya sebagai ungkapan syukur. Saya berhasil melakukannya! Saya menjalani pekerjaan yang adalah passion saya, dibayar pula. Saya tidak bisa lebih senang lagi dari itu.

Tetapi, uang menjadi motivasi utama saya dalam bekerja. Pada akhirnya, saya hanya memikirkan uang. Saya mulai perhitungan dengan energi dan waktu yang saya kerahkan, dan membandingkannya dengan nominal yang saya terima. Perlahan saya mulai menambah biaya jasa saya dengan banyak pertimbangan seperti, tingkat kedaruratan masalah, seberapa jauh rumah klien dari rumah saya, hingga beberapa sedikit manipulasi harga.

Misal, jika klien saya mengaku ponselnya rusak di pagi hari dan harus kembali normal di siang hari, saya akan menambah lumayan banyak biaya jasa, dan klien saya terpaksa harus mengiyakan nominal yang saya tawarkan karena tidak punya pilihan lain. Saya juga sedikit menambah biayanya lagi jika dia punya permintaan khusus seperti, ponselnya dianter ke kantornya saat jam makan siang.

Mengapa saya melakukan itu? Tentu saja uang. Dan ketika saya sharing bareng beberapa teman teknisi, mereka mengatakan tarif biaya jasa yang saya tetapkan terlalu rendah, dan seharusnya saya bisa memperoleh lebih banyak dari itu. Mulai saat itu yang awalnya saya bekerja hanya untuk mencari pengalaman, perlahan merubah visi untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi dan mencari keuntungan sebanyak mungkin di segala kesempatan.

Saya sejujurnya benci melakukan ini. Bukannya saya tidak mensyukuri pekerjaan dan rezeki yang saya dapat. Saya hanya tidak suka “menipu” klien dengan halus demi keuntungan tambahan. Bahkan saya juga mengetahui lewat beberapa riset, bahwa praktik seperti ini sudah sangat wajar bagi kalangan teknisi. Ini salah satu trik kotor para teknisi untuk mengambil banyak keuntungan dari pasien-pasien yang masih awam.

Akhirnya saya mengurangi intensitas menekuni pekerjaan reparasi ini, dan menghanyutkan diri beberapa kesibukan yang lain. Walau terkadang saya masih melakukannya, tetapi murni untuk mencari pengalaman, memperbanyak koneksi, dan tidak semata-mata soal uang.

Di titik inilah saya menyadari tujuan hidup saya adalah untuk menjadi berguna bagi orang lain dan saya harus merasa senang melakukannya tanpa terbeban oleh hal apapun. Saya harus mampu menjadi jalan keluar dari setiap permasalahan orang tanpa mengharap imbalan yang banyak darinya. Karena itulah inti dari sebuah passion, dimana kita senang mengerjakan satu hal dan konsisten didalamnya walau tidak dibayar sekalipun.

Pencerahan Yang Merubah Hidup

Dalam momen-momen pencarian jati diri, saya akhirnya menyimpulkan keinginan terbesar dalam hidup saya. Keinginan yang saya sadari dari sederet proses trial and error, eksplorasi minat dan bakat, dan saat-saat merenung di kala sendiri yang bagi saya cukup efektif untuk mengerucutkan tujuan hidup yang sebenarnya.

Saya sudah menginjak umur 24 di tahun ini, dan sudah saatnya memikirkan hal yang lebih potensial untuk dikerjakan daripada memikirkan hal-hal yang membuat saya senang dalam jangka pendek. Dan tujuan hidup itu adalah.

  1. Saya ingin menjadi orang yang berguna di tengah-tengah masyarakat. Saya akan melakukan apa saja untuk memberi edukasi yang akan mencerdaskan mereka, bahkan saya akan turun tangan untuk membantu setiap permasalahan mereka. Dibayar atau tidak dibayar, saya tetap akan melakukannya dengan senang hati. Saling pengertian di kedua belah pihak tentu saja dibutuhkan, hehe.
  2. Saya ingin menempatkan diri saya di environment atau lingkungan yang membutuhkan, mengapresiasi, dan mendukung saya menjadi orang yang lebih baik. Orang-orang bisa saja mengatakan, keluar dari zona nyamanmu. Tapi terkadang kita harus menciptakan sweet comfort zone dimana kita berada di lingkungan positif yang membantu kita bertumbuh. Untuk itu saya juga harus senantiasa meningkatkan kualitas diri agar saya juga bisa bermanfaat di tengah-tengah mereka.

Langkah Nyata untuk Mewujudkan Mimpi

Bagian Pertama : Menciptakan Platform Edukasi PiterPinter di Instagram

Saya ingin mengedukasi banyak orang di sekitar saya. Saya diberi anugerah oleh Tuhan YME karena saya termasuk orang yang cukup mudah memahami Teknologi, bahkan dijuluki the IT Guy oleh teman-teman saya. Dan saya merasa berdosa jika pengetahuan itu saya simpan untuk saya sendiri, dan tidak dibagikan kepada orang lain. Untuk itu saya meluncurkan akun instagram edukasi bernama PiterPinter dengan tagline PiterPinter Dong di Internet!.

Akun instagram PiterPinter sudah saya luncurkan bulan Februari lalu dan sejauh ini saya sudah merilis dua postingan dengan materi yang cukup berat. Namun saya merasa berhasil mengemasnya menjadi materi yang mudah dimengerti berkat metode ELI5 (Explain like im 5).

Btw, ELi5 adalah seni menjelaskan sesuatu yang rumit lalu mengemasnya menjadi sesuatu yang mudah dimengerti seolah kita sedang berbicara dengan anak berusia 5 tahun. Dengan mengambil contoh sesimpel mungkin, juga menggunakan logika sederhana, akhirnya kita dapat menjelaskan istilah rumit didalam dunia Teknologi kepada orang-orang yang awam banget di dunia Tekno.

Walau saat ini masih hanya dua materi, tapi saya berjanji kepada diri sendiri untuk tetap berkarya. Walau Laptop yang saya gunakan sekarang ini tidak cukup kuat untuk melakukan riset, saya tetap berusaha melanjutkan PiterPinter. Masalahnya adalah, setiap kali ingin merilis postingan baru, saya harus membuka banyak referensi untuk jadi bahan bacaan, termasuk video dan podcast. Alhasil tab browser yang dibutuhkan pun jadi cukup banyak dan Laptop saya tidak mampu menghandle multitasking seberat itu.

Ditambah lagi, panel laptop saya dengan kualitas seadanya membuat hasil desain saya terlihat jauh berbeda dengan hasil yang saya jumpai di perangkat mobile yang kebetulan memiliki panel IPS. Keakuratan warnanya tidak sempurna. Tapi sejujurnya saya tidak terlalu memikirkannya. Karena sejauh teks saya bisa dibaca dan penyampaian saya tetap dengan metode ELi5, saya tidak terlalu mempermasalahkan komposisi warna. Walau tetap terasa sempurna apabila suatu hari nanti saya akhirnya memiliki laptop dengan panel layar yang memiliki akurasi warna yang baik dan jernih di mata.

Dengan rilisnya akun Instagram PiterPinter, saya sudah memulai langkah sederhana untuk berbagi pengetahuan saya untuk mengedukasi orang banyak tentang seputar Teknologi. Saya hanya perlu senantiasa berpikir kreatif untuk menciptakan ide konten yang baru, berusaha berkarya dengan konsisten, sambil tetap memimpikan Laptop dengan performa powerful dan panel layar yang akurasi warnanya baik. Dengannya, saya yakin mampu menciptakan karya-karya yang lebih menakjubkan.

Bagian Kedua : Aktif Mencari Komunitas Yang Membantu Saya Bertumbuh dan Menemukan Relasi

Saya sangat suka Teknologi. Saya rasa semua orang harus melek soal Teknologi untuk bisa bertahan menghadapi zaman yang bergerak sangat dinamis. Dan saya sebagai seorang Tech Enthusiast, saya harus menemukan sebuah tempat dimana saya dapat menemui banyak orang-orang yang punya minat yang sama, visi berpikir yang mirip, sebagai sarana berdiskusi dan bertumbuh bersama.

Sebuah komunitas positif dimana anggotanya akhirnya merasa berada di tempat yang tepat, dimana mereka dihargai karena opini dan pengetahuan yang dimilikinya, tempat dimana mereka bisa mempelajari hal-hal baru, bahkan bisa jadi tempat dimana mereka memperluas relasi yang kelak akan berguna untuk masa depan mereka.

Ini adalah cerita saya ketika menemukan sebuah Komunitas dimana mayoritas anggotanya berasal dari beragam lapisan masyarakat, namun sama-sama memiliki ketertarikan di dunia Teknologi. Dan jika secara spesifik, mereka adalah pengguna produk-produk dari ASUS Indonesia. Untuk ini, kita harus kembali ke tanggal 7 September 2019 dimana ASUS dan Microsoft mengadakan Fan Gathering di Kota saya, Medan, Sumatera Utara.

Event Fan Gathering ASUS X Microsoft, Medan.

Ini adalah acara yang luar biasa. Bersamaan dengan ASUS yang meluncurkan produk terbaru mereka saat itu yaitu ASUS VivoBook Ultra A412, acara itu juga dimanfaatkan ASUS Indonesia dan Microsoft untuk memperkenalkan banyak lini produk mereka, teknologi yang saat ini mereka kerjakan, dan serangkaian tata acara yang tidak kalah seru.

Lini produk terbaru ASUS yang dipajang di lokasi gathering. Kami berkesempatan untuk nyobain pengalaman menggunakan Laptopnya langsung di tempat.
Sebelum acaranya dimulai, kami menikmati jamuan makan prasmanan yang sudah disediakan oleh pihak Hotel. Langkah yang bagus untuk memastikan kami mengikuti serangkaian acara dengan bahagia karena perut kenyang wkwk.
Acara pun diawali dengan banyak sesi tanya jawab yang seru. Saya sendiri mengambil lokasi duduk di bangku paling depan, tidak lain tidak bukan untuk mendapat sorot kamera lebih jelas wkwk. Saya bertemu dengan Bang Nerdi (yang memegang mic) yang kebetulan berprofesi sebagai Blogger dari Medan.
Kami diminta untuk menunjukkan Laptop ASUS yang kami miliki sebagai daily driver sehari-hari, laptop yang menemani kami bekerja atau menciptakan konten. Mulai dari laptop konsumer biasa, bisnis, hingga gaming, kami membuktikan bahwa semua lini produk Laptop dari ASUS benar-benar bermanfaat didalam kehidupan kami.
Kemudian tiba sesi dimana Kak Muhammad Firman (@emmet24son) selaku Head of Public Relations ASUS Indonesia menjelaskan banyak sekali pengetahuan dan wawasan baru seputar ASUS Indonesia lewat sesi presentasinya. Seisi ruangan tentunya mendengarkan dengan antusias dan penuh fokus.
Mulai dari inovasi pertama ASUS ketika menciptakan Motherboard ASUS pertama di tahun 1989, yang menjadi cikal bakal motherboard dengan teknologi terkini sampai sekarang, yang sudah terbukti kualitasnya di kalangan konsumer, gamer hingga Profesional.
Beliau juga membanggakan prestasi ASUS hingga tahun 2019 karena pada saat itu berhasil meraih predikat No.1 Consumer Laptop dengan market share sebesar 41%, dan No.1 Gaming Laptop dengan market share terbesar yakni 57%. Sungguh prestasi yang sangat membanggakan, dan membuktikan betapa ASUS dipercaya oleh kalangan konsumer dan gamer enthusiast.
Tak lupa juga dalam presentasinya, Kak Firman juga memaparkan kelebihan produk utama yang dipromosikan hari itu yakni ASUS VivoBook Ultra A412 yang memiliki performa yang cepat dan tampilan memukau berkat teknologi NanoEdge Display yang cukup revolusioner pada saat itu.
WKWK Saya bahkan berkesempatan untuk bertanya dan ngobrol langsung dengan beliau dalam sebuah sesi pertanyaan. Beliau dan seisi ruangan mendengarkan dengan antusias, dan saya sungguh menyukai suasana seperti ini. Gimana, saya terlihat ganteng ga sih? hehe. Terima kasih Bang Fotografer sudah menjepret saya wkwk.
Karena di pertengahan acara sudah agak kelelahan, kami diajakin memijet satu sama lain seperti pic diatas. Seru sih, fokus bisa balik lagi dan saya akui cukup efektif untuk mengembalikan semangat seperti sediakala.
Bahkan untuk semakin memeriahkan acara, ASUS dan Microsoft mengundang Anjas Maradita, seorang konten kreator favorit saya pada waktu itu. Saya jadi belajar banyak sekali hal pada waktu itu, karena dia ngebagiin tips trik editing video dan tips singkat jadi konten kreator yang profesional. Di akhir, saya dan Kak Anjas sempat berfoto bareng, dan saya senang banget bisa bertemu dengan beliau.
Di akhir acara sebagai penutup, ada sesi lucky draw yang sayangnya saya tidak cukup beruntung untuk memenangkannya. Tapi langsung digantikan oleh souvenir dan goodie bag keren yang dibagikan ke seluruh peserta Gathering.
Kapan terakhir kali kita ngumpul serame ini sebelum masa pandemi melanda?

Acara Fan Gathering yang sangat seru dari awal hingga akhir. Good Job buat ASUS dan Microsoft yang bekerja keras membuat sesi Fan Gathering ini berjalan lancar. Saya berkenalan dengan banyak teman yang punya minat sama lewat acara ini, dan syukurnya masih berhubungan hingga sekarang. Saya berhasil menemukan komunitas dimana saya merasa relevan, mampu berkontribusi, dan bermanfaat buat orang lain.

Mencari Laptop Idaman untuk Mewujudkan Impian Hidup Saya.

Bagian Pertama : Sebuah Pengakuan

Sepulang dari acara gathering ASUS X Microsoft itu, saya kerap kepikiran soal beberapa model laptop yang dipamerkan hari itu. Beberapa diantaranya adalah model ROG Gaming, dan juga laptop konsumer yang saya pikir ideal untuk dimiliki. Semakin hari keinginan saya untuk meminang salah satu Laptop ASUS untuk saya jadikan alat pendukung produktivitas berubah menjadi life goals yang ingin saya wujudkan.

Saya adalah salah satu peserta yang tidak membawa Laptop ASUS ke acara gathering pada hari itu, karena memang saya tidak memilikinya. Dan akan menjadi sebuah kebahagiaan besar jika saya berhasil mewujudkannya suatu hari nanti.

Saya juga sudah mencoba beberapa kali untuk menjadi salah satu keluarga besar pengguna Laptop ASUS, lewat beberapa artikel yang saya ikutsertakan setiap kali ASUS mengadakan Lomba Blog berhadiah Laptop. Tetapi hanya saja, saya belum beruntung. Waduh kok malah curhat. Tapi saya ga akan menyerah dan akan tetap mencoba, karena saya merasa nyaris mencapainya.

Artikelnya boleh dibaca disini jika berminat hehe.

Bagian Kedua : Pencarian Berlanjut

Saya terus mengikuti perkembangan teknologi Laptop, untuk mencari laptop yang ideal buat kebutuhan konten kreator yang saya geluti sekarang ini. Beberapa kandidat Laptop muncul dengan menawarkan spesifikasi yang gahar dan desain premium, tetapi saya cukup kesulitan untuk memilih. Karena semua produsen Laptop berlomba-lomba merilis Laptop terbaiknya dengan spesifikasi dan harga yang bersaing.

Semakin banyak pilihan, semakin bingunglah saya. Apa tidak ada The Ultimate Perfect Laptop yang sangat worth to buy saat ini untuk keperluan produktivitas dan konten kreator? Pertanyaan ini akan terjawab di akhir tulisan ini. Tetap stay tuned ya gais.

Apa yang saya butuhkan dari sebuah Laptop?

  1. Laptop dengan panel layar beresolusi tinggi yang memiliki akurasi warna, visual memukau dan tersertifikasi untuk standar kreasi konten masa kini.
  2. Laptop dengan bobot ringan, slim dan cukup portable untuk diajak ngonten dan kerja dimana saja, tanpa harus ribet membawanya karena berat. Laptop praktis yang mudah dimasukkan ke tas ukuran apa saja, mendukung mobilitas tinggi.
  3. Laptop yang tangguh disegala kondisi. Proses kreasi konten dan kerjaan saya tidak boleh terganggu hanya karena cuaca ekstrim, atau kesalahan tak disengaja seperti kejatuhan, melewati area yang menyebabkan getaran berlebih, dan situasi lainnya.
  4. Laptop berperforma tinggi, anti lelet, dan lemot yang mampu menjalankan multiasking tanpa kendala. Saya tidak mau kerjaan terganggu karena proses editing yang lambat, hang, atau masalah performa lainnya.
  5. Laptop berkapasitas baterai besar yang tahan diajak beraktivitas hingga seharian. Dan juga memiliki fitur pengisian daya cepat ketika saya diburu deadline kerjaan yang kudu selesai hari ini juga.

Emang ada Laptop sesempurna itu? Bukankah hanya mitos belaka?

Ya, jawabannya ternyata ada di depan mata saya selama ini. Jika udah ngomongin soal kualitas produk yang sudah dipercaya oleh kalangan konsumer dan gamer, ASUS wajib menjadi topik bahasan utama. Mereka menyandang predikat No.1 Consumer Laptop dan juga Gaming bukan tanpa alasan. Sudah saya duga jika Laptop impian saya ternyata hanya ASUS yang bisa wujudkan!.

Jawabannya adalah ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

Mari kita berkenalan dengan Zenbook 14X OLED (UX5400), laptop ultra-portable dengan layar OLED 14-inci terbaru dari ASUS. Laptop ini ditujukan buat kalangan profesional dan konten kreator sejati berkat berbagai penambahan fitur serta dirancang agar dapat lebih meningkatkan produktivitas penggunanya karena performa dan desainnya yang ringkas dan ringan.

Semua yang saya butuhkan dari Laptop impian ada di Zenbook 14X OLED ini. Dan saya kira bukan hanya saya, karena memang Laptop ini diciptakan untuk semua kalangan. Bahkan menurut Jimmy Lin selaku ASUS Regional Director untuk region Southeast Asia, beliau mengatakan

“Tugas utama ASUS sebagai perusahaan teknologi adalah untuk menghadirkan inovasi yang dapat membuat pengguna Zenbook agar dapat lebih produktif saat beraktivitas sehari-hari,”

Jimmy Lin, ASUS Regional Director, Southeast Asia

ASUS Zenbook 14X OLED Menjawab Semua Kebutuhan Saya.

Laptop dengan kualitas panel terbaik. Diciptakan untuk standar konten kreator masa kini.

Saya akan berkali-kali terpukau dengan teknologi panel layar yang disematkan ASUS ke Zenbook 14X OLED ini. Laptop ini menggunakan panel ASUS OLED berukuran 14″, beresolusi 2.8K (2880×1800) dengan rasio layar 16:10 yang memberikan kualitas visual menakjubkan melalui view angle yang kelihatan mewah. Ruang kerja terasa semakin luas dan berpengaruh langsung pada produktivitas saya nantinya.

Teknologi yang membuat saya tergila-gila adalah sertifikasi layarnya yang telah diakui lembaga kredibel dan sesuai dengan standar Laptop khusus kreasi konten masa kini. Dengan mengantongi sertifikasi PANTONE® Validated untuk keakurasian warnanya, 100% DCI-P3 color gamut berstandar cinema, sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500 untuk warna hitam natural dan pekat, hingga sertifikasi low blue-light dan anti-flicker dari TÜV Rheinland untuk mengurangi efek radiasi cahaya biru demi kesehatan mata dalam pemakaian jangka panjang.

Teknologi yang benar -benar gila. Sudah memiliki panel layar beresolusi tinggi, memiliki akurasi warna yang vivid dan sudah disertifikasi, memiliki tingkat kehitaman yang pekat, fitur perlindungan kesehatan mata, ditambah fitur touchscreen pula, membuat panel layar dari ASUS Zenbook 14X OLED benar-benar menjadi keunggulan, dan akan sangat dicintai oleh para kreator konten profesional.

Layar sentuh membantu mempermudah navigasi di Zenbook 14X OLED (UX5400) menjadi sangat mudah dan intuitif.

Jika saya berkesempatan memiliki Laptop ini, that would be a huge game changer. Tidak ada lagi istilah beda warna antara tampilan desain di Laptop saya dengan yang ditampilkan di layar perangkat lain ataupun hasil print-out.

Laptop ringan, ringkas dan praktis untuk berkarya dimana saja.

Saya selalu mendambakan laptop yang mungil dengan desain premium, yang setiap kali saya masukkan ke dalam tas, rasanya seperti saya tidak membawa apa-apa, saking ringannya Laptop yang saya miliki. Dan lewat Zenbook 14X OLED ini, kebutuhan saya lagi-lagi terjawab. Mengapa?

Desain ringkas dan ringan kembali menjadi salah satu keunggulan Zenbook 14X OLED (UX5400). Bodinya memiliki ketebalan hanya 16,9mm dan bobot hanya 1,4Kg, membuatnya mudah dan nyaman untuk dibawa bepergian atau bekerja dimanapun. Benar-benar mendukung kebutuhan saya yang mendapat ide dimana saja, praktis tinggal membuka Laptop dan menuliskan ide dimana saja. Berkreasi seharian kapanpun dan dimanapun.

Penampilan desain Zenbook 14X OLED yang premium membuat saya pede ngonten atau kerja dimana saja. Dengan teknologi NanoEdge Display yang membuat bezel layarnya hanya setipis 3mm saja pada kedua sisi layarnya hingga mencapai 92% untuk rasio antara layar ke bodinya. Tak lupa juga desain 180⁰ ErgoLift Hinge, dimana memudahkan saya menjadi lebih nyaman saat mengetik karena bodi utama yang sedikit terangkat hingga membentuk sudut 180⁰. Benar-benar revolusioner, wahai ASUS!.

Laptop yang tangguh disegala kondisi

ASUS benar-benar mengerti konsumennya dalam hal ini. Pertama, kita sebagai user kadang melakukan kecerobohan ketika mengoperasikan laptop milik kita, yang berujung kepada kerusakan fisik bahkan permanen. Kedua, kita tidak selalu bekerja atau ngonten di suasana tentram dan damai. Ada kalanya harus bekerja di tengah suhu ekstrim, berada di kendaraan bergerak, yang dampaknya mungkin berpengaruh ke performa Laptop dikala kita sedang menggunakannya.

Untuk itu, Zenbook 14X OLED ini telah mengantongi sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar US Military Grade (MIL-STD 810H) yang terbukti tangguh melewati beberapa pengujian ekstrim. Laptop ini akan tetap berfungsi normal walau mengalami kejatuhan yang tidak disengaja, getaran saat mengendarai kendaraan, atau pengoperasian di situasi ekstrim sekalipun.

Sesuatu yang benar-benar meniadakan kekhawatiran saya akan kerusakan Laptop yang saya miliki, dan menghadirkan rasa aman berkat sertifikasi militer yang dikantongi oleh Zenbook 14X OLED (UX5400) ini. Kini saya bisa bekerja dan berkreasi dalam situasi apapun tanpa rasa khawatir.

Laptop berperforma tinggi untuk menopang segala aktivitas dan multitasking.

Bodi diluar boleh saja dan ringan dan ramping, namun performa mesin dari Zenbook 14X OLED (UX5400) ini tetap jawara. Laptop ini dibekali hardware generasi terbaru yang akan menawarkan performa lancar untuk segala aktivitas. Ditenagai oleh 11th Gen Intel® Core™ processors, Zenbook 14X OLED selalu dapat diandalkan untuk mendukung kebutuhan komputasi sehari-hari dan kebutuhan multitasking yang cukup berat.

Agar performa multitasking semakin lancar, dibenamkanlah memori RAM berkapasitas hingga 16GB bertipe LPDDR4X, yang lebih efisien secara konsumsi daya ketimbang memori bertipe DDR4. Untuk itu, mengerjakan banyak tugas dan aplikasi secara bersamaan mampu dilibas oleh Zenbook 14X OLED ini. Performa buka-tutup aplikasi dan booting juga terasa jauh lebih cepat dari HDD biasa, karena sudah menggunakan SSD bertipe PCIe berkapasitas lega hingga 1TB.

Untuk performa grafisnya, terdapat dua kartu grafis powerful sekaligus yang dapat bekerja sesuai kebutuhan. Terdapat kartu grafis Intel® Iris Xe Graphics untuk kebutuhan multimedia kasual, dan NVIDIA® GeForce® MX450 untuk melayani kebutuhan pemrosesan grafis ekstra yang dibutuhkan oleh para content creator. Bisa dipakai gaming juga loh, walau harus menyesuaikan settingan grafis agar tidak terjadi kendala overheat.

Kombinasi sederet chip berperforma tinggi dari prosesor, RAM, dan kartu grafis di Zenbook 14X OLED ini membuat Laptop ini layak menjadi solusi dan jawaban kebutuhan para konten kreator dan pekerja kreatif seperti saya. Bayangkan kualitas konten yang dapat dibuat dengan performa komputasi sekencang ini, pastinya mampu menghasilkan konten menakjubkan yang dapat memberi dampak positif bagi orang banyak.

Laptop yang bisa diajak seru-seruan seharian tanpa khawatir kehabisan daya.

Laptop yang bisa bertahan seharian dalam mendukung produktivitas adalah mimpi semua orang, bukan hanya impian para profesional atau konten kreator saja. Kita tidak mau dibuat ribet membawa batok charger yang cukup berat kemana saja. Terkadang pas lagi apes ga bawa charger, terpaksa kita tetap bekerja di Laptop dengan dihantui rasa khawatir apabila Laptop kita tiba-tiba menunjukkan notifikasi baterai lemah disaat pekerjaan kita tersisa sedikit lagi.

Ucapkan selamat tinggal kepada kekhawatiran baterai lemah seperti itu, karena Zenbook 14X OLED punya solusinya. Dibekali baterai berkapasitas besar yakni 63Whr, Laptop ini bakal setia menemani aktivitasmu seharian hingga belasan jam lamanya. Ditambah lagi adanya fitur fast charging yang mampu mengisi 50% daya hanya dalam 30 menit.

Untuk menyesuaikan performa Zenbook 14X OLED agar lebih efisien dan sesuai dengan situasi yang kita butuhkan, kita dapat mengatur hingga tiga mode performa lewat fitur ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT). Kita bisa memilih Performance Mode untuk mendapatkan performa prosesor paling tinggi berkekuatan 40W, Balance Mode untuk mode keseimbangan antara performa dan daya, serta Whisper Mode yang adalah mode performa yang paling hemat daya.

Fix, ZenBook 14X OLED Adalah Laptop Impian Saya.

Saya hanya ingin produk terbaik dalam hidup saya. Di tulisan saya sebelumnya Pebisnis Wajib Miliki ASUS ExpertBook B5 – Laptop Tepat untuk Profit Berlipat. saya mengatakan bahwa saya rela mengeluarkan dana berlebih untuk Laptop yang dapat meningkatkan produktivitas saya jauh meroket, karena saya menganggapnya sebagai instrumen investasi yang menjanjikan. Memiliki ZenBook 14X OLED sudah saya anggap sebagai mimpi, karena dengannya, saya akhirnya dapat mewujudkan dua tujuan hidup saya. Laptop ini akan membantu saya mengedukasi lebih banyak orang, menjadi berguna di tengah-tengah masyarakat, dan meningkatkan produktivitas saya.

Apa yang akan saya lakukan jika berkesempatan memiliki ZenBook 14X OLED?

Melanjutkan misi platform edukasi #PiterPinterdiInternet

Dengan hadirnya ZenBook 14X OLED yang memiliki panel layar dengan akurasi warna yang telah disertifikasi, dan performa komputasinya yang powerful terkhusus RAM 16GB-nya yang lega, keluhan saya akhirnya dapat terselesaikan. Kini saya dapat berkreasi dengan panel layar beresolusi tinggi dan keakurasian warna yang baik, yang otomatis meningkatkan semangat dan mood saya untuk melahirkan konten-konten yang lebih menarik. Ditambah dengan performa komputasinya yang menakjubkan karena Laptop modern ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics.

Kini multitasking untuk mencari berbagai referensi dan fakta menarik seputar Teknologi akan semakin mudah berkat performa prosesor Intel® Core™ di ZenBook 14X OLED sudah sangat melampaui harapan saya.

Dan kamu bisa ikutan mendukung platform #PiterPinterdiInternet dengan follow akunnya di @piterpintr. Kita bisa sharing dan diskusi bareng soal topik menarik apa saja yang cocok untuk dibahas di konten berikutnya.

UI/UX bukan hanya soal desain. Ini adalah seni memecahkan masalah.

Hingga bulan Juni nanti, saya tergabung di sebuah pelatihan UI/UX Design yang diadakan oleh Kominfo bekerjasama dengan sebuah lembaga online learning. Disini saya akhirnya tersadar bahwa UI/UX tidak melulu soal ngedesain tampilan UI, meriset kebiasaan user (UX) dari sebuah produk. Tetapi ini adalah seni menyelesaikan masalah yang umum di masyarakat.

Lewat proses Emphatise, kita menampung keresahan masyarakat terhadap sebuah layanan. Misal, mereka mengeluh karena tampilan UI nya kurang menarik, susah untuk dioperasikan, navigasinya yang ribet. Kita sebagai UI/UX Designer hadir untuk menyediakan solusi untuk permasalahan mereka, dan menawarkan tampilan re-design yang lebih simpel dan mudah dipahami.

Saya selalu mengatakan bahwa saya senang untuk membantu orang. Dan lewat pelatihan UI/UX Design ini, saya berkesempatan untuk ikut berkontribusi sebagai developer untuk mempermudah pengalaman mereka dalam menggunakan sebuah aplikasi atau layanan.

Karena dalam proses desainnya melibatkan performa komputasi yang lancar dan dibutuhkan akurasi warna yang benar, ZenBook 14X OLED adalah perangkat yang tepat dalam bidang ini. Laptop ini benar-benar dioptimasikan untuk para konten kreator, khususnya para UI/UX Designer karena beragam sertifikasi yang diperolehnya untuk menciptakan konten berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar di masa kini

Bekerja, bermain, berkreasi, dan meningkatkan kualitas diri setiap harinya.

Dengan segala keunggulannya, cukup adil mengatakan ZenBook 14X OLED ini adalah Laptop yang tepat untuk segala kebutuhan dan pekerjaan. Performa mesinnya yang mampu menyelesaikan nyaris semua jenis pekerjaan, bodinya yang ringan dan mudah dibawa kemana saja, hingga kapasitas baterainya yang mendukung produktivitas dimana saja. ZenBook 14X OLED adalah Laptop untuk semua orang.

Buat kamu yang tertarik untuk memiliki ZenBook 14X OLED ini, semoga kamu dapat mengeluarkan bakat terbaik yang terpendam selama ini, dan berhasil meraih kesuksesan di masa depan. Percayalah, ini akan berulang kali saya katakan, memiliki ZenBook 14X OLED adalah investasi yang brilian untuk karir, pendidikan, dan meningkatkan kualitas diri setiap harinya.

Terima kasih.

Dibawah akan saya lampirkan tabel spesifikasi dari ZenBook 14X OLED ini. Sekian dulu tulisan dari saya, saya ucapkan terima kasih. Berikan komentar jika kamu sependapat dengan saya, atau ada yang ini kamu tambahkan. Terima kasih, dan sampai jumpa di postingan saya selanjutnya.

Tabel Spesifikasi Lengkap ZenBook 14X OLED (UX5400)

Main Spec.Zenbook 14X OLED (UX5400)
CPUIntel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Operating SystemWindows 10 Home
Memory16GB LPDDR4X
Storage1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Display14″ (16:10) OLED 2.8K (2880×1800) 90Hz 400nits DCI-P3:100% NanoEdge display, PANTONE Validated Display, VESA TrueBlack HDR, TÜV Rheinland eye care certified, 92% screen to body ratio ScreenPad™ 2.0 (FHD+ (2160 x 1080) IPS-level Panel)
GraphicsIntel® Iris Xe Graphics, NVIDIA® GeForce® MX450, 2GB GDDR6
Input/Output1x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display and power delivery, 1x HDMI 2.0b, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, Micro SD card reader
Camera720p HD camera
ConnectivityWi-Fi 6 (802.11ax) + Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
AudioBuilt-in speaker, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery63WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension31.12 x 22.12 x 1.69 ~ 1.69 cm
Weight1.4Kg
ColorsLilac Mist, Pine Grey
PriceRp23.999.000
Warranty2 tahun garansi global

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) Writing Competition bersama bairuindra.com

Referensi

Default image
Pieter Mardi

Penulis, Mahasiswa, Tech Anthusiast, Graphic Designer. Semua tulisan dibuat dengan passion saya di bidang teknologi dan bahasa Inggris. Untuk sapa-sapa hubungi kontak@hypeter.com

4 Comments

  1. Alhamdulillah bulan Ramadhan membawa berkah, selamat atas pencapaiannya kali ini ya. Semoga hadiah yang didapatkan memberikan manfaat dunia akhirat. Amin Ya Allah…

    • Terima kasih apresiasinya, Bang Joee. Artikel ini bisa menang karena kebanyakan observasi di artikel blog milikmu yang memenangkan banyak hadiah. Dan hasilnya worth it banget. Thanks, suhu.

Berkomentar dapat melegakan pikiran. Cobalah!

%d blogger menyukai ini: