Yang Baru dari AMD Computex 2019

Seperti sekarang ini, kebanyakan laptop keluaran baru sudah tidak disertai dengan CD drive lagi, karena hampir semua media jaman now sudah berbasis digital. Sebut saja, flashdisk sebagai penyimpanan data portable, Netflix sebagai sarana menonton film, layanan streaming musik seperti Spotify untuk mendengarkan lagu, dan berbagai kebutuhan yang sudah memiliki media alternatif, hingga CD drive terasa mubazir jika masih disertakan dalam sebuah laptop.

Ekstrimnya lagi, kebanyakan vendor laptop masa kini sudah menyertakan slot SSD SATA ataupun M.2 sebagai penyimpanan primer (lokasi penyimpanan OS dan program) ketimbang HDD yang berat dan juga bising. Penggunaan SSD bisa mengurangi bobot laptop menjadi lebih ringan sekaligus menawarkan performa sistem yang jaaaaaauuhhh lebih bandel dari piringan HDD biasa.

Tapi, optimalisasi bobot laptop besar-besaran seperti itu, untuk apa?

Karena memang kebutuhan zaman sudah berubah. Perubahan ukuran dan berat sebuah laptop selalu mengikuti permintaan pasar dan kebutuhan konsumen yang semakin berkembang. Orang-orang dituntut untuk mampu produktif dimana saja, bergerak dinamis mencari peluang dan tantangan, tanpa harus memanggul beban yang kadang menghambat langkah. Laptop yang ringan dan tipis tentu sangat membantu ketika penggunanya memiliki mobilitas tinggi.

Laptop yang di awal perkembangannya lumayan berat dan tebalnya bisa seperti koper penuh. Namun sekarang, laptop hanya setipis dan sekecil buku tulis. Tapi kamu pernah ga berpikir bagaimana caranya laptop tipis itu bisa diproduksi?.

Mungkin saya dan anda pernah berpikiran sama. Tapi ini yang pertama kali kepikiran oleh saya. Jadi saya itu berpendapat bahwa ukuran atau berat sebuah laptop bisa jadi lebih ringan dan tipis, karena perangkat kerasnya dikompres atau ditanamkan part-part yang lebih murah. Jadi, berat ideal yang diinginkan itu bisa tercapai. Awalnya saya berpikir begitu, namun setelah saya dalami lagi, ternyata tidak.

Hardware yang ditanamkan pada laptop itu tetap saja memiliki performa asli yang ditugaskan kepadanya, hanya saja hardware itu mungkin berasal dari generasi yang sudah dioptimalisasi secara ukuran ataupun fabrikasi, serta kumpulan komponen semikonduktor didalamnya itu udah dirancang seefektif dan seefisien mungkin secara performa tanpa harus memiliki ukuran fisik yang gede.

Dan sekarang, laptop tipis dan ringan punya performa hardware dan kecepatan komputasi hingga 5x lebih cepat berkat generasi yang terus-menerus diperbarui. Kabar baiknya, performa komputasi secepat itu bisa dengan mudah didapatkan dengan hanya membeli laptop yang tebalnya bahkan tidak lebih dari sebuah buku tulis.

Saya sendiri sudah merasakan asiknya punya laptop yang beratnya tidak lebih dari 1,9 kg. Walaupun masih terasa berat jika dikombinasikan dengan buku-buku kampus, tapi tetap terasa nyaman buat dipakai sehari-hari. Untuk laptop saya sendiri, saya mempunyai sebuah laptop berprosesor AMD APU A-Series 7th Gen yang membuat saya menjadi fans AMD hingga sekarang ini.

Lebih tepatnya 1 tahun lalu, saya berhasil meminangnya dari uang tabungan saya ditambah sebagian dari uang tunai hasil memenangkan lomba blog. Namun karena keterbatasan budget (dan tanpa proses research yang mendalam), saya belum bisa kesampaian buat beli Ryzen Mobile 2nd Gen yang katanya ataupun faktanya jaaaauuh lebih worth dibeli daripada A-Series, seperti A9-9425 yang saya miliki sekarang ini. Hanya saja, saya malah bersyukur karena laptop ini lebih mengarahkan saya menjadi seorang blogger ketimbang menjadi gamers. Karena apabila saya sudah terlanjur ketagihan saat ngegame, kadang bisa lupa waktu hehe.

Pengalaman saya selama menggunakan laptop berinti A9-9425 ini, saya tidak terlalu berharap banyak dari performanya. Untung saja saya cukup cerdik mengakalinya dengan menambahkan satu keping RAM lagi, serta menaruh OS Windows 10 bersama dengan instalasi program kedalam SSD, yang membuat performa laptop ini mengalami kenaikan performa yang cukup drastis.

Namun tetap saja hati kecil saya membayangkan seandainya laptop saya berprosesor Ryzen, plus ditambah kombinasi SSD+RAM+Windows 10, mungkin keseharian saya tidak hanya bergelut dalam hobi tulis-menulis ataupun multimedia ringan saja, namun bisa ke-upgrade ke next level seperti desain grafis, editing video, hingga memenuhi hobi saya yaitu bermain game. Dan saya melihat harapan mewujudkan hobi itu semakin terasa nyata karena Ryzen benar-benar worth buat dijadikan opsi upgrade atau pembelian baru.

Dan statement setelah ini mungkin membuat saya bakal dibenci beberapa fanboy Kaum Biru. Karena pada kenyataannya, the table really have turned, dan kini malah berpihak kepada AMD pasca bangkitnya mereka dengan seri Ryzen-nya. Seri prosesor Ryzen dan kartu grafis Radeon dari AMD mampu menandingi produk kompetitornya (dalam segmen yang sama) dengan keunggulan benchmark yang tipis, tanpa harus mengeluarkan uang berlebih.

Dan apabila produk laptop keluaran AMD akan dibandingkan dengan laptop yang dalamannya memiliki kombinasi kaum Biru + Hijau, selisih harganya bisa mencapai 2 juta lebih dengan performa yang beda tipis. Dengan membeli produk AMD, itu artinya konsumen membayar lebih sedikit untuk performa yang hampir menyamai. Karena kita selalu mencari harga yang terbaik untuk sesuatu yang benar-benar pas. Kecuali anda punya dana tak terbatas alias Sultan. Itu sudah lain ceritanya. Btw, sungkem mbah. *hormatsultan

Dan dulu saya ingat kalau prosesor AMD sering dicap sebagai prosesor panas yang selalu dianak-tirikan dari prosesor komplek sebelah, yang merajai pasar hingga beberapa tahun belakangan ini. Tapi Ibu inspirator kesayangan kita semua, Maha Ratu Lisa Su berhasil comeback dengan seri Ryzen-nya dan menjadikan laptop yang berstiker AMD Ryzen kini jadi yang terfavorit. Baik di kalangan pelajar dan starter dengan Ryzen 3, kalangan desainer dan enthusiast dengan Ryzen 5, kalangan gamer hardcore dan high productivity dengan Ryzen 7, sampai ke kalangan metalsuperhardcoreextrememaxxlevel dengan Ryzen Threadripper-nya.

Ryzen 3 2200U
Memiliki 26% performa multitasking yang lebih cepat dari APU 7th Gen, memiliki kartu grafis onboard Radeon Vega 3 yang berhasil mencatatkan 1390 skor benchmark.
Ryzen 5 2600U
Memiliki 106% performa grafis yang lebih baik karena Radeon Vega 8 cocok digunakan untuk berbagai keperluan rendering ataupun gaming. Memiliki 2349 skor benchmark.
Ryzen 7 2700U
Seri tertinggi dari APU Ryzen Mobile 2nd. Memiliki performa keseluruhan baik pengolahan grafis dan komputasi hingga 125% lebih baik dari APU generasi sebelumnya. Radeon RX Vega 10 yang kuat melibas game apapun. Mencatatkan skor benchmark tipis, yakni 2450.

Gambar : Beberapa prosesor Ryzen Mobile generasi pertama, sebelum seri 3000.

Ditambah lagi ketika bulan Mei kemarin, ada satu kesempatan dimana AMD bisa lebih mempertegas posisi mereka saat ini di pangsa pasar Internasional. Ya, benar. Event AMD at Computex 2019 yang jadi panggung buat AMD memperkenalkan banyak inovasi baru dan improvement dalam lini produk mereka. Termasuk memperkenalkan Ryzen Mobile seri 3000 2nd Gen yang bakal ditanamkan di laptop-laptop mainstream untuk berbagai kalangan konsumen. Dibandingkan tetangga sebelah yang juga kebetulan merilis produk generasi terbaru mereka, tapi AMD akan selalu worth dalam segi price-to-performance yang unggul telak dari Kaum Biru.

AMD at Computex 2019

Ditambah lagi, dalam lini prosesor Desktop, iGPU alias internal GPU Radeon RX Vega, mulai dari RX Vega 3, 8, hingga 10 yang sudah tertanam di prosesor AMD generasi ke 2 atau sebelumnya (Ryzen 2200G/2400G/2700G) bisa dikatakan terlalu overpowered dan tidak bisa dibandingkan secara apple-to-apple dengan grafis integrated milik Kaum Biru. Mereka sebenarnya punya integrated graphic miliknya sendiri, tapi harus berkolaborasi dengan Kaum Hijau biar performanya layak buat dibandingkan. .

– iGPU (Integrated Graphics Processing Unit atau juga on-board graphic card, kartu grafis yang tertempel bersama dengan CPU yang ditempatkan di motherboard laptop/PC desktop pengguna.
– (2) Price to performance, dalam ekonomi rasio priceperformance mengarah kepada kemampuan sebuah produk untuk menunjukkan performa yang sesuai dengan harganya. Umumnya produk dengan selisih harga lebih rendah lebih diminati.

Yang Diperkenalkan AMD di
Event AMD at Computex 2019

  1. AMD EPYC Rome 2nd Generation
  2. New Family Navi GPU with RDNA Architecture
  3. 3rd AMD Ryzen CPU’s
  4. High Performance Ecosystem
  5. World’s First 7nm Desktop CPU Ryzen 7 3700X
  6. Radeon RX 5700

Dari jejeran produk yang diperkenalkan di acara AMD at Computex 2019, membuat saya cukup terpukau. Dimulai dari Prosesor Server terbaru yakni AMD EPYC, yang digadang-gadang bakal jadi kompetitor serius bagi Xeon milik Kaum Biru. Selanjutnya tentang kabar yang (akhirnya) bukan cuma rumor lagi tentang rilisnya GPU beraksitektur Navi. Hingga yang paling ditunggu-tunggu oleh pecinta PC, ya tentunya Ryzen 3000 Series 3rd Generation dan Ryzen Mobile 2nd Gen yang kali ini memakai arsitektur Zen 2 pada prosesornya. Arsitektur Zen 2 akan menawarkan peningkatan besar berupa clockspeed-nya yang naik dari generasi sebelumnya dan membawa overall performances yang tak kalah menakjubkan.

Pasca pengumuman rilisnya Ryzen Mobile 2nd Gen 3000 Series tersebut, berbagai vendor laptop sudah berlomba-lomba mengeluarkan lini produk terbaru mereka yang sudah dipersenjatain Ryzen Mobile 2nd Gen untuk dinikmati para pecinta Laptop yang mendambakan performa maksimal. ASUS adalah salah satu brand laptop yang patut disorot pergerakannya dan juga diapresiasi sekarang ini. Pasalnya, mereka baru saja mengeluarkan salah satu produk terbaru mereka yakni, ASUS Vivobook Ultra A412DA yang sudah menggunakan Ryzen 3 3200U dan Ryzen 5 3500U pada varian produknya.


YANG AKAN KITA BAHAS : ASUS VivoBook Ultra A412DA

Ketika saya sudah selesai menonton sesi live streaming AMD at Computex 2019, saya tiba-tiba kepikiran banyak hal. Salah satunya, apakah segmen laptop yang sudah dibekali Ryzen Mobile Processor 2nd Gen bakal tetap ramah di kantong para mahasiswa seperti saya. Untuk mengatasi rasa penasaran saya sendiri, akhirnya saya tergerak untuk mulai menabung dari sekarang, menghemat rupiah demi rupiah agar mewujudkan keinginan upgrade laptop ke Ryzen 2000 Series atau bahkan langsung melompat ke Ryzen 3000 Series yang jelas lebih worth buat dibeli dan pastinya lebih futureproof.

Niat untuk menabung baru saja dimulai, dan satu kandidat laptop tiba-tiba mencuat dan berhasil mencuri hati saya. Sebuah laptop keluaran ASUS bernama VivoBook Ultra A412DA memiliki semua yang saya butuhkan didalamnya. Memiliki body slim dan ramping, dipersenjatai Maharaja Prosesor Ryzen Mobile 3000 Series 2nd Gen, mempunyai tipe storage favorit saya yakni SSD M.2 sebesar 256GB, sudah terpasang pre-installed Windows 10 asli, dan sudah tertanam fitur fingerprint buatan Microsoft, yaitu Microsoft Hello. Daaaaaaaaan saya sudah tidak sabar untuk segera mengulasnya. Jadi bagi teman semua, yang kepingin memasukkan ASUS Vivobook Ultra A412DA kedalam wishlistnya, ikuti terus tulisan saya dibawah ini, agar niatnya semakin yakin melangkah kedalam ASUS Official Store tanpa ada rasa ragu lagi.

POIN YANG AKAN KITA ULAS

  • The Worlds Smallest 14inch Colorful Notebook
  • High Performanced Laptop, Powered by Ryzen Mobile 3000 Series 2nd Gen & Zen2 Architecture
  • Radeon™ RX Vega Graphics, Optimized by Radeon Adrenalin 2019
  • Super Fast-Responsive 256GB M.2 Solid State Drive (SSD) Storage with 1000GB Hard Disk Drive
  • Windows Hello, Secure Password.
  • Windows 10 Built-in. Be original.
  • Price Comparison

1. LAPTOP 14′ WARNA-WARNI TERKECIL DIDUNIA

Nah, kita mulai dari sektor pertama yang harus mampu membuat calon konsumen langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Ya, desainnya. Laptop ini diklaim oleh ASUS sebagai laptop 14 inch tertipis dan terkecil di dunia.

Dan yang terdengar agak mustahil adalah ketika saya menyadari bahwa Vivobook Ultra A412DA ini beneran punya layar 14inch. Gimana jadinya tuh, bodi yang slim, tipis, dan kecil begitu bisa ditanamkan layar 14 inch yang tergolong gede dan umumnya dipasangkan di kebanyakan laptop sekarang ini. Karena tanpa bantuan desain khusus, laptop yang dijuluki the smallest laptop, palingan hanya punya layar yang mentok 11 inch besarnya.

Tapi saya beritahu sekali lagi, ukurannya memang beneran 14 inch. Dengan desain yang brilian bernama NanoEdge Display, membuat layarnya memiliki bezel yang tipis banget, dan di bagian atas menyisakan sedikit ruang untuk webcam beresolusi HD. Rasio screen to body-nya mencapai 87%. membuatnya terlihat seperti laptop premium berbezel tipis yang sedang menjadi kiblat desain laptop masa kini. Panel layarnya juga mantep dan betah dipandang berlama-lama, karena sudah beresolusi FHD 1920x1080p yang semakin asik lagi berkat Anti-Glare Display, membuat panel layar semakin jernih tanpa khawatir terkena cahaya berlebihan.

Bukan cuma desain layarnya yang menjadi favorit, Vivobook Ultra A412DA juga memiliki bobot ringan yang sangat enteng dibawa kemana-mana. Dengan berat hanya 1.5kg serta ketebalan hanya sekitar 19.5mm saja, membuat Ultrabook yang satu ini sangat mendukung produktifitas dimana saja. Ringan, ringkas, tipis, sahabat sejati orang-orang yang memiliki sendi aktif dan semangat gowes kemana-mana.

Dimasukin kedalam tas buat pergi ngampus, dijamin ga bakal kerasa sedang bawa laptop. Atau dibawa travelling berkeliling dunia, tidak akan menghabiskan ruang yang banyak untuk disimpan.

Untuk kenyamanan mengetik, ASUS Vivobook A412DA juga memiliki desain yang unik. ASUS memperkenalkan teknologi ErgoLift yang membuat pad keyboard akan terangkat sedikit hingga 2 derajat ketika dibuka, memberikan kenyamanan mengetik sekaligus menyegarkan sirkulasi udara di sekitar bodyi laptop ini. Masih soal kenyamanan, desain keyboard dari laptop ini juga sudah menggunakan backlit keyboard, seperti kebanyakan laptop gaming kekinian. ASUS menamainya sebagai full-size backlit Illuminated chiclet keyboard yang sangat berguna buat user dikala mengetik saat ruangan yang ditempati minim akan pencahayaan.

Oh lupa, satu lagi. Vivobook A412DA ini juga tersedia dalam tiga pilihan warna yang unyu-unyu UwU dan bisa disesuaikan dengan kepribadian penggunanya. Ada warna Transparent Silver, Slate Grey, dan Peacock Blue yang sudah jadi cinta pertama saya saat pandangan pertama. Ya gusti, biarkan hamba bersamanya.

2. LAPTOP BERPERFORMA TINGGI, DITENAGAI OLEH RYZEN

Di bagian ini, saya tidak akan bosan-bosannya membahas sektor dapur pacunya, karena ini adalah bagian favorit saya. Vivobook Ultra seri A412 tersedia dengan dua varian prosesor Ryzen yang dilahirkan di generasi yang sama, yakni Ryzen 3 3200U dan sang kakak Ryzen 5 3500U.

Seperti yang sudah kita tahu, Ryzen 5 3500U adalah prosesor dari jejeran Ryzen Mobile Generasi kedua dengan arsitektur Zen 2 yang memiliki empat buah core dan delapan buah thread, yang bisa beroperasi pada base clock 2.6 GHz dan mampu mencapai clockspeed maksimum hingga 3.5 GHz. Dengan fabrikasi 12nm FinFET terbaru, dibantu dengan fitur Power Saving khas AMD, yakni SenseMI Technology, membuat performanya meningkat, sekaligus lebih efisien karena konsumsi TDP-nya hanya 15 watt saja. Hasilnya, dibandingkan dengan APU 7th Generation A-Series seperti A9-9425 milik saya, performanya bisa meningkat hingga 48% lebih ngebut.

Ryzen 3500U adalah prosesor yang tangguh. Namun untuk mengetahui ketangguhannya, tentunya kamu harus menargetkan tugas yang tepat untuk laptop ini agar kekuatan sebenarnya dapat keluar dengan maksimal. Kekuatan dari APU Ryzen Mobile ini sendiri terletak di performa multi-corenya yang selalu lebih tinggi dari produk kompetitor, yang ternyata punya kekuatannya sendiri, yakni di performa single-core yang AMD akui belum mampu mereka capai.

Nah apa saja manfaat dari multi-core Ryzen 5 3500U ini?

  • Membuat proses rendering video lebih cepat, karena kebanyakan proses rendering membutuhkan performa multi-core yang powerful, sehingga aktifitas rendering bisa dipersingkat. Cocok untuk kreator video yang konsisten dan disiplin dalam menghasilkan konten terbaru.
  • Menjalankan virtual box, atau VMWare hingga bermain game android melalui Emulator lebih nyaman, karena kedua aktifitas tersebut lebih mengandalkan kinerja CPU multi-core bahkan dari kinerja kartu grafisnya sendiri. Ibarat menjalankan dua buah komputer dalam satu mesin fisik, berkat fitur Virtualization, performa multi-core dari Ryzen 3500U akan bekerja dengan sangat baik.
  • Multitasking lebih smooth dan responsif. Memiliki banyak core dan thread adalah keuntungan yang bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan banyak tugas dalam waktu bersamaan. Apalagi didukung dengan RAM yang lega dan SSD, membuat kinerja program sangat baik dalam melakukan proses read/write. Kombinasi dari ketiga elemen tersebut adalah harga mati yang harus dipenuhi untuk mencapai performa maksimal dari sebuah laptop maupun PC Desktop. Plus, ga akan ada waktu lagi buat aplikasi untuk ngehang. Never.

3. GRAFIS RX VEGA YANG JUGA POWERFUL

Didalam prosesor yang kuat terdapat kartu grafis yang kuat pula. Slogan yang baru saya ciptakan satu menit yang lalu ini rasanya cocok sekali dengan semua produk APU dari AMD. Jika saya mengatakan Ryzen 5 3500U adalah prosesor tangguh, maka iGPU yang ada didalamnya, Radeon RX Vega 8 juga tak kalah bandel.

Radeon RX Vega 8, jika didalam versi desktopnya tersedia di seri Ryzen 3 2200G yang kabarnya bisa melibas game sekelas PUBG, nah kali ini tersedia dalam versi laptop yang TDP nya dipotong dikit, demi penggunaan daya yang efisien. Beberapa game kekinian pun bisa dilibas dengan settingan low hingga medium untuk mendapatkan gaming experience yang memuaskan. Jadi yang doyan gaming, ASUS Vivobook Ultra A412DA ini bisa jadi opsi low budget untuk bermain game.

Hanya saja, RX Vega 8 tidak memiliki VRAM sendiri, sehingga grafis on-board ini mengambil sedikit alokasi RAM fisik dari laptop itu sendiri. Jadi, untuk mendapatkan performa maksimal dari Ryzen 5 3500U atau semua APU dari Ryzen, disarankan menggunakan konfigurasi RAM dual-channel seperti 2×4 GB, 2×8 GB, ataupun 2x16GB jika anda adalah seorang Sultan yang tidak terlalu bermasalah dengan budget. Namun, untuk seri Vivobook A412DA ini, slot upgradeable RAM hanya dibatasi sampai dengan 12GB saja.

Karena, satu keping RAM 8GB berkecepatan 2400MHz sudah disolder ke motherboard, dan tinggal menambahkan satu keping RAM lagi berukuran 4GB 2400MHz apabila dirasa performa APU Ryzen-nya masih belum maksimal. Untuk konfigurasi RAM-nya sendiri, pastikan membeli RAM dengan kecepatan yang sama, yakni 2400MHz dan bertipe DDR4. Ingat, jangan sampai salah beli.

Ini cuman uneg-uneg saya aja, tapi walaupun RX Vega 8 udah mampu menjalankan sebagian gim favorit saya, tetap saja saya membayangkan laptop ini memiliki kartu grafis diskrit. Minimalnya seperti RX560D saja ataupun RX570, mungkin performanya bisa semakin diandalkan untuk gaming, rendering, dan produktifitas berat. Tapi saya sadar bahwa laptop ini dirancang oleh AMD x ASUS untuk penggunaan daily driver, multimedia, makanya saya bisa memaklumi itu. Apalagi target yang mau diraih ialah menjadikannya The World’s Smallest 14 inch Laptop, dan saya rasa Radeon Vega 8 sudah lebih dari cukup.

Tapi tenang saja, performa Radeon RX Vega 8 akan senantiasa selalu mengalami peningkatan performa, karena AMD rutin merilis pembaruan software bagi kartu grafis terbaru AMD dengan software bernama Radeon Adrenalin 2019. Dibandingkan seri sebelumnya yakni Crimson ReLive, Adrenalin membawa banyak peningkatan performa, perbaikan bug, dan optimalisasi terhadap game-game kekinian. Dan kamu bisa mengunduh pembaruan Radeon Adrenalin 2019 ini secara gratis dan mudah sekali dari situs web AMD. Radeon, Optimized by Adrenalin 2019.

4. TIDAK PERNAH KHAWATIR DENGAN STORAGE DAN I.O PORT

ASUS benar-benar mengerti kemauan saya. Saya sudah lama beralih dari pengguna HDD konvensional ke SSD, yang berdampak pada performa keseluruhan dari laptop saya sendiri. Dan Vivobook A412DA semakin melekat di hati saya, karena memiliki slot SSD M.2 sebesar 256GB yang sangat optimal untuk laptop kekinian. Hari gini belum pake SSD? Coba deh beralih ke SSD, dan rasain performa laptop jadulmu menjadi lebih ngebut.

Perbandingan kecepatan SSD M.2 NVME vs SSD SATA vs HDD SATA

Untuk kalian penggemar film dan yang suka mengoleksi musik, ada harddisk sebesar 1TB 5400rpm yang cocok menyimpan banyak data. File seperti video, musik, dokumen, berkas kompresan, cocok disimpan didalam HDD yang tidak terlalu membutuhkan proses read/write yang signifikan. Sebaliknya, karena laptop ini dilengkapi dengan SSD M.2 dengan kapasitas yang cukup besar, alangkah baiknya mempertimbangkan menaruh tipe file ini kedalamnya.

  • OS Windows, meningkatkan proses booting dan performa sistem yang lebih cepat. Mencegah aktifitas High Disk Usage 100% yang selalu membuat PC/Laptop menjadi lemot.
  • Program (terkhusus yang punya load activity yang berat) seperti Photoshop, Ilustrator, Corel, ataupun program lainnya.
  • File mentahan video yang akan diedit, agar proses import dan export bisa lebih cepat tanpa ada gangguan seperti app not responding yang kadang membuat kesel.
  • Game, baik itu offline ataupun online. Percaya atau tidak, menaruh instalan game kedalam SSD membuat proses rendering texture, background, ataupun element menjadi lebih singkat secepat kilat. Ngegaming ngebut pake SSD M.2 di Vivobook A412DA, dijamin Winner Winner Chicken Dinner! setiap hari.

Untuk sektor konektivitas, Vivobook A412DA memiliki I/O port yang sangat lengkap dan kekinian banget. Ada satu buah port Combo Audio, satu buah port USB 2.0, 1 buah port HDMI, dan port kekinian yang sangat futureproof, satu buah port 3.1 Type C, dan satu lagi port USB 3.1 yang mendukung kecepatan transfer file hingga 5 Gigabit per detik. Jadi, jangan ragu buat beli laptop ini untuk investasi masa depan, karena punya sektor I/O yang akan ramah dengan perkembangan teknologi beberapa tahun mendatang.

5. LOGIN LEBIH MUDAH DENGAN WINDOWS HELLO

Fitur keamanan terbaik dari Microsoft, Windows Hello, kini ditanamkan ke Vivobook A412DA ini untuk menunjang kemudahan penggunanya login lebih cepat dan aman. Jadi, di bagian kanan ujung touchpad laptop ini, terdapat sensor fingerprint berbentuk kotak kecil dimana pengguna menempelkan jari sebagai password untuk membuka kunci laptop.

Fitur ini terbilang cukup simpel dan sangat bermanfaat buat pengguna yang kadang malas mengetik kombinasi password yang rumit. Nah, selain fingerprint, Windows Hello juga berkemampuan untuk merekognisi wajah penggunanya lho. Jadi, webcamnya hanya memindai wajah anda, dan voila!, anda sudah masuk. Simpel banget kan?

Jangan khawatir kalau wajah anda susah terdeteksi, karena Vivobook A412DA memiliki webcam jernih berkualitas High Definition 720p yang pastinya berfungsi dengan baik jika dikombinasikan dengan Face Scanner dari Windows Hello. Membuka laptop jaman sekarang saja canggihnya udah seperti film superhero beken ya, pake face scanner segala. Iya dong, slogan IN SEARCH OF INCREDIBLE yang dimiliki ASUS bukan tanpa alasan.

6. BYE-BYE WINDOWS BAJAKAN. HALO WINDOWS 10 ASLI

Windows 10 adalah produk kesayangan Microsoft yang akan terus dijamin keberlangsungannya dengan selalu merilis update terbaru. Sejauh ini, Windows 10 Build 1903 adalah versi terbaru dari Windows 10 yang sangat optimal, baik dipakai untuk gaming, produktifitas, multimedia, dan pekerjaan apapun.

Microsoft menyebut, Windows 10 sudah terjual dan dipakai oleh 200 (dua ratus) juta perangkat PC/Laptop diseluruh dunia, membuat OS yang satu ini menjadi OS dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Harganya pun sangat beragam, tapi masih terkesan mahal untuk sebagian kalangan masyarakat Indonesia. Solusinya, beberapa orang memilih untuk membajak OS Windows 10 dan menggunakannya dalam laptopnya.

Sebagai pengguna ASUS Vivobook A412DA, kamu tidak perlu menjadi bagian dari mereka. Karena didalam laptop ini sudah tertanam OS Windows 10 asli yang sudah disertakan dalam paket penjualan. Tidak perlu beli OS lagi, tidak perlu membajak sana-sini, kamu tinggal beli laptopnya, silahkan langsung pakai Windows 10 dan nikmati semua fiturnya. Plus, tidak perlu khawatir lisensi Windows-nya hilang ketika di re-install, karena lisensinya udah nempel ke motherboard dan bakal balik begitu kamu konekin ke internet.

Dengan membeli ASUS Vivobook A412DA yang sudah terinstall Windows 10 Asli, kamu menempatkan diri ditengah jejeran pengguna loyal yang mendukung developer, sekaligus mendapatkan benefit seperti

  • Mendapatkan update resmi berkala dari Microsoft. Hanya produk asli berlisensi Windows yang akan mendapatkan pembaruan sistem, perbaikan bug secara rutin dan berkala untuk meningkatkan performa PC secara keseluruhan. Microsoft juga rutin melakukan blacklisting dan menghentikan update terhadap produk-produk non-lisensi dan diketahui bajakan.
  • Dukungan teknis langsung dari staff Microsoft dan vendor laptop itu sendiri. Hanya produk asli berlisensi yang mendapatkan prioritas dari teknisi 24/7 untuk memperoleh bantuan dan dukungan teknis.
  • Dengan mendapatkan update keamanan dan perbaikan bug berkala, PC milik kamu dijamin bebas dari malware, virus hingga ransomware yang kerap memanfaatkan celah keamanan yang tidak dimiliki oleh PC non-lisensi yang tidak memperoleh dukungan pembaruan.

Bagaimana? Apakah keinginan untuk menggesek kartu debit secepatnya di ASUS Official Store sudah semakin membahana? Kalau sudah, tahan dulu. Masih banyak yang harus kamu ketahui tentang laptop yang satu ini.

Sejatinya, ASUS Vivobook Ultra A412DA yang dirilis oleh AMD x ASUS ini memberikan opsi pilihan lebih murah untuk pengguna yang tidak mampu membeli seri A412 yang berprosesor Intel. Vivobook Ultra A412DA jadi pilihan tepat yang lebih murah sekaligus juga memiliki performa yang beda tipis dengan selisih hampir satu jutaan.

YANG SUDAH KITA BAHAS SEJAUH INI

  • Laptop dengan bodi slim tipis di dunia, ringkas serta ringan dibawa kemana-mana.
  • NanoEdge Display dan ErgoLift Design membuat laptop ini semakin nyaman dan sangat kekinian.
  • Performa luar biasa dari Ryzen Mobile 2nd Gen menjadikan laptop kecil ini punya performa yang ganas
  • Radeon RX Vega mampu melibas game dalam settingan low dan medium, dioptimalisasi oleh Adrenalin 2019.
  • SSD M.2 256GB membuat performa semakin kencang dan Unstoppable.
  • Kemudahan akses masuk dengan Windows Hello.
  • Windows 10 Asli yang menjamin keamanan, stabilitas, performa, dan dukungan teknis buat Vivobook A421DA.

VIVOBOOK A412DA, COCOK UNTUK SIAPA?

Melihat performa keseluruhan dan desain bodinya yang tipis, sebenarnya target konsumen seperti apa sih yang berusaha dijangkau oleh ASUS dengan rilisnya VivoBook Ultra A412DA ini?

  • Kalangan konten kreator. Bagi mereka yang harus cari ide dimana-mana, ngedit video dan desain grafis dimana-mana. Punya laptop tipis dan ringan tapi punya spesifikasi tangguh tentu jadi andalan. Performa multi-core dari APU Ryzen sangat mmapu diandalkan dalam berbagai jenis produksi konten, mulai dari rendering video, multitasking, editing, dan lain-lain.
  • Kalangan traveler. Bagi mereka yang pengen bawa laptop portabel, tapi ga pengen memakan terlalu banyak ruang. Vivobook Ultra A412DA solusinya, karena bodinya yang slim, tipis, praktis dimasukkan ke tas jenis apa saja tanpa terasa terlalu berat. Mengabadikan momen perjalanan bersama Vivobook Ultra terasa semakin menyenangkan.
  • Kalangan anak muda dan entrepreneur. Yang hobi nongkrong di kafe, wifian, ngerjain tugas, ketemu klien, bahas proyek jadi semakin pede karena VivoBook A412DA tersedia dalam banyak pilihan warna yang cerah, asik, dan sesuai dengan kepribadian kamu.

PENUTUP

AMD at Computex 2019 membawa banyak inovasi dan terobosan terbaru, memperkenalkan seri Ryzen Mobile terbaru, dan kini kita semua berkesempatan menyicip performa bahkan memilikinya dengan hadirnya ASUS Vivobook A412DA. Cocok sekali bagi kaum muda yang ingin tampil ekspresif, kaum produktif, traveler, pekerja kantoran, dan semua aspeknya cocok untuk semua kalangan

Ga perlu pilih yang lain. Pilih saja VivoBook Ultra A421DA yang memiliki segalanya yang kamu butuhkan dari sebuah laptop. Performa tangguh dan powerful, yang tersimpan didalam sebuah laptop tipis nan praktis yang beratnya hanya 1.5kg saja. Dimana lagi kamu bisa mendapatkan kombinasi duo dari desan + performa seperti ini dengan vendor lain?

Tidak perlu merogoh kocek yang tidak terlalu dalam, kalian bisa memiliki ASUS Vivobook Ultra A412DA mulai dari 6 jutaan hingga 8 jutaan, dan mulai rasakan serunya menjelajahi dunia teknologi yang lebih cepat dan lebih dinamis. Diperkuat dengan Ryzen Mobile 2nd Gen dan desain tipis, slim dan ergonomis membuat laptop ini layak dijadikan opsi upgrade dari laptop lama kamu, atau jadi rekomendasi laptop buat kamu beli hari ini.

DAFTAR HARGA VARIAN ASUS VIVOBOOK ULTRA A412DA RYZEN


TABEL SPESIFIKASI LENGKAP ASUS VIVOBOOK ULTRA A412DA

PANEL LAYAR14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080)
60Hz Anti-Glare Panel
PROSESORAMD Ryzen™ 5 3500U 4 Core 8 Thread
Clockspeed hingga 3.7 Ghz
KARTU GRAFISRadeon™ Vega 8 Graphics
MEMORI RAM8 GB DDR4 2400MHz, Tersedia 1x Slot
Upgrade Kapasitas Total 12 GB
PENYIMPANANSSD M.2 256 GB.
KONEKTIVITASCombo BT 4.2 + Wi-Fi AC (2×2)
KAMERA WEB (DEPAN)HIGH DEFINITION 720p
INPUT/OUTPUT PORT 1 x COMBO audio jack
1 x Type-A USB2.0
1 x Type-A USB 3.1 (Gen 1)
1 x Type-C USB 3.0 (USB 3.1 Gen 1 / Gen 2)
1 x HDMI
BATERAI2 Cell 37 Whr
SISTEM OPERASIWINDOWS 10 ORIGINAL PRE-INSTALLED
FITUR LAINFingerprint, Windows Hello, Fast Charging, ASUS SonicMaster
DIMENSI & BERAT 322 x 212 x 19.9 mm (PxLxT)
1.5 Kg Termasuk Baterai

Terima kasih telah membaca ulasan dari saya. Semoga kesampaian ya beli Laptop Ryzen-nya, jangan seperti saya yang beli laptop dulu, lalu melakukan research. Seharusnya sih research dulu, baru beli. Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Vivobook Ultra A412 AMD Writing Competition yang diselenggarakan oleh Adventurose. #ColorfulWithVivobook.

Default image
Pieter Mardi
Penulis, Mahasiswa, Tech Anthusiast. Ketua Umum FPI. Front Pelindung Introver. Semua tulisan dibuat dengan passion saya di bidang teknologi dan bahasa Inggris. Untuk sapa-sapa hubungi [email protected]

5 Comments

  1. Untuk harga, saya rasa sangat terjangkau jika melihat dari spek yang ditawarkan. Saya juga merekomendasikan asus ke saudara saya pas mereka tanya “laptop yang bagus apa?”, saya jawab, ASUS.

    Good luck!

  2. Wuih, komplit banget ulasannya. Mantap! Semua tentang ASUS VivoBook Ultra A412DA dibahas lengkap di sini. Btw, di tautan sumber yang dikasih oleh penyelenggara lomba (Mbak Dian) menujunya malah ke tipe lain lho, tapi cuma beda A sama X aja sih. Jadinya ASUS VivoBook 14 X412DA. Cuma jadi beda banget ke prosesornya karena udah pake Ryzen 7 3700U.

  3. Ulasan tentang laptop ASUS ini lengkap banget. Aku pun butuh laptop yang oke biar bisa nonton drama Korea dan kegiatan mengetik makin asik. Btw, salam kenal ya, Kak.

Leave a Reply to Eko Nurhuda Cancel reply

error: Mohon maaf. tapi konten ini diproteksi!
%d bloggers like this: